Konservasi Itu Tidak Polusi
Oleh : Fitri Nur Faizin
            Dunia semakin lama semakin modern, peralatan semakin lama semakin canggih, termasuk alat transportasi yang semakin lama kian menjadi-jadi. Setiap hari sepeda motor selalu diproduksi, dan modelnya pun selalu berganti. Kita tahu manusia itu sangat sulit untuk merasa cukup, dan selalu merasa kurang, meskipun yang dia miliki itu sudah sangat memuaskan, misalnya seseorang tahun ini mempunyai sepeda motor satu, tahun berikutnya muncul model baru dia beli lagi, tahun berikutnya merasa gerah naik sepeda motor dia beli mobil, dan tahun-tahun berikutnya banyak jenis mobil yang bermunculan dia beli lagi, dan seterusnya. Coba bayangkan, apabila tiap orang pergi kerja, sekolah, kuliah, atau beraktifitas sehari-hari menggunakan sepeda motor, dan mobil pribadi  maka akan terciptalah macet, polusi, dan kejahatan lalu lintas. Masalah yang perlu diatasi diindonesia terutama di kota-kota besar adalah macet, terutama di Ibukota Jakarta, kondisi macet merupakan keseharian warga, kurangnya kesadaran akan keselamatan, dan kenyamanan dalam berlalulintas adalah sebab dari kemacetan. Coba bayangkan apabila jalan raya itu relatif longgar pasti kita nyaman dalam berkendara, dan bandingkan dengan keadaan macet, apa kita bisa datang kerja, sekolah, dan kuliah tepat waktu, pastinya tidak kan. Jadi apa yang harus kita lakukan untuk membenahi permasalahan ini?
Sadarkanlah diri kita
          Semua orang pasti sudah tahu polusi itu berbahaya, polusi itu mengancam dunia, polusi itu bencana. Kita hidup di bumi sebagai pemimpin yang diharuskan menjaga dan merawat bumi dengan sebaik-baiknya, jangan sampai bumi ini marah sehingga bencana dimana-mana. Bumi ini dibuat untuk dimanfaatkan dan dijaga, kedua itu harus dalam keadaan seimbang. Jika tercapai keseimbangan maka dunia ini akan aman dan nyaman. Masalah utama yang akan kita bahas adalah polusi udara dari asap kendaraan bermotor. Mungkin dari kita semua sudah tahu kandungan dari asap kendaraan bermotor, salah satunya adalah gas CO (karbon monoksida) gas beracun yang sangat mematikan. Gas ini apabila berakumulasi diudara akan membentuk suatu kumpulan yang bersifat menyerupai cermin, dia memantulkan cahaya  matahari dan matahari memantulkannya lagi kebumi, sehingga suhu dari cahaya matahari tersebut dua kali lebih besar dari sebelumnya. Peristiwa ini disebut Pemanasan global atau Efek Rumah Kaca.
enstein.jpg            Kita diberi akal oleh tuhan untuk berfikir, terutama tentang sebab akibat, kita melakukan hal seperti ini akibatnya fatal atau tidak, kalau fatal ya jangan dilakukan. Selain akal manusia juga dibekali hawa nafsu yang terdiri dari hawa nafsu baik, dan hawa nafsu buruk. Kita harus membuang hawa nafsu buruk dan meningkatkan hawa nafsu baik, karena hawa nafsu buruk itu merusak, dan hawa nafsu baik itu membangun, kita pilih, ingin merusak atau membangun. Oleh karena itu kesadaran tiap individu sangat penting untuk mengatasi berbagai masalah, terutama polusi udara, ada pepatah “kalau bukan kita yang memulai siapa lagi”, pepatah itu mengandung arti mulailah untuk menyadarkandarkan diri kita untuk menyelamatkan bumi kita, bumi yang kita tinggali bersama, bumi yang kita sayangi yang harus kita jaga kelestariannya.

Mulai dengan konservasi
Kita sudah tidak asing lagi dengan kata konservasi, kata yang selalu dibanggakan Universitas Negeri Semarang, yaitu semboyan UNNES KONSERVASI. Sebenarnya apa sih konservasi itu?  Menurut Wikipedia Konservasi adalah pelestarian atau perlindungan. Secara harfiah, konservasi berasal dari bahasa Inggris, Conservation yang artinya pelestarian atau perlindungan. Makna konservasi scara luas adalah usaha untuk melindungi dan melestarikan alam dan budaya. Kenapa budaya masuk dalam pelestarian konservasi, karena budaya merupakan sesuatu yang dapat menjadikan ciri khas suatu bangsa yang membedakan dengan bangsa lain, oleh karena itulah budaya harus dilestarikan. Konservasi memiliki tujuh pilar yaitu:
1.   Badioversity Conservation (konservasi keanekaragaman hayati)
2.   Green Architectur and Internal Transportation (Arsitektur yang hijau dan sistem transportasi internal)
3.   Paperless Polic y (mengurangi penggunaan kertas)
4.   Waste management (pengelolaan limbah)
5.   Clean Energi (energy yang bersih)
6.   Etika seni dan Budaya
7.   Kader Konservasi
Bus-Unnes.jpgPilar yang kedua itu yang sekarang perlu dibenahi di Universitas Negeri Semarang, terutama system transportasi internal yaitu system transportasi dengan menggunakan bus kampus internal yang hanya beroprasi dilingkungan Universitas Negeri Semarang. Ini merupakan langkah untuk mengurangi polusi udara yang ditimbulkan oleh asap kendaraan bermotor.
Selain penggunaan bus kampus, langkah konservasi lain untuk mencegah polusi udara yaitu dengan jalan kaki atau mengunakan sepeda ontel ketika pergi kuliah, ya mungkin ini hanya berlaku bagi mahasiswa yang kos, sedangkan mahasiswa yang dilaju tidak. Kita bisa mendata siapa saja mahasiswa yang kos dan dilaju. Untuk mahasiswa yang kos dilarang menggunakan sepeda motor saat berangkat kuliah, sedangkan mahasiswa yang dilaju boleh mengunakan sepeda motor saat berangkat kuliah, ya memang langkah satu ini cukup ekstrim, akan tetapi ini demi kebaikan kita bersama. Mungkin langkah satu ini bisa mengurangi polusi udara yang ditimbulkan oleh kendaraan bermotor, dan bisa mengurangi pengunaan bahan bakar minyak . Kita tahu bumi semakin lama semakin tua, filosofinya semakin tua seseorang maka energy orang itu akan berkurang, dan lama kelamaan akan habis. sama seperti bumi semakin tua bumi maka energinya akan berkurang,dan lama kelamaan habis. Bahan bakar minyak atau biasa disebut BBM itu merupakan sumberdaya alam yang tidak dapat diperbarui yang lama kelamaan akan habis. Coba bayangkan apabila BBM sudah tidak ada lagi didunia ini, mau kita apakan motor dan mobil kita?. Mulailah untuk berfikir kedepan, berfikir maju, untuk mencapai kehidupan yang sejahtera, aman dan sentosa. Oleh sebab itu kurangi penggunan BBM demi kelangsungan hidup dibumi ini, dan demi kelangsungan hidup generasi penerus bangsa.
carfreeday.jpgMembuat Kebijakan Anti Polusi
·         Kebijakan kebijakan merupakan hal penting dalam menagani suatu masalah, terlebih masalah polusi udara. Salah satunya polusi yang disebabkan oleh kendaraan bermotor. Akan tetapi kebijakan itu tidak  ada gunanya tanpa ada pelaksanaan. Beberapa kebijakan yang dapat diterapkan diantaranya adalah mengadakan hari bebas kendaraan bermotor atau biasa disebut Car Free Day, ya pastinya pada hari libur. Berdasar pada Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2005 tentang Pengendalian Pencemaran Udara (Pasal 27) Daerah Khusus Ibukota Jakarta mengadakan car free day yang rutin dilaksanakan pada hari mnggu. Kita bisa menerapkan peraturan ini di Universitas Negeri Semarang, misal hari minggu semua mahasiswa dan dosen libur, dan para pekerja juga libur. Selain itu kita juga harus membuat kebijakan wajib menggunakan kendaraan umum bagi warga yang ingin pergi kekantor, kesekolah, atau kuliah. Tujuan dari kebijakan ini adalah untuk mencegah terjadinya bencana bencana yang ditimbulkan oleh polusi udara, ya minimal kita mengurangi jumlah emulsi gas CO2­( karbon dioksida).

Larangan bagi mahasiswa baru memakai sepeda motor dan mobil ke kampus sudah diterapkan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta sejak tahun lalu. Peraturan itu dikeluarkan untuk merealisasikan kampus educopolis. “Penerimaan mahasiswa bagus, naik sepeda ke kampus mulai jadi tren,” ujar Kepala Bagian Humas UGM, Wijayanti. Kita dapat mencontoh UGM dalam keberaniannya menerapkan kebijakan , oleh karena itu perlu diterapkan kebijakan mahasiswa Universitas Negeri Semarang tahun ini diwajibkan menyatakan pernyataan tidak memakai kendaraan bermotor di lingkungan kampus. Ketentuan ini untuk menghindarkan kampus dari polusi. "Ketentuan ini untuk meneguhkan Unnes sebagai kampus konservasi," kata juru bicara Unnes, Sucipto Hadi Purnomo, kepada Tempo, Kamis 14 Februari. Tahun ini, Unnes telah  menerima sekitar 6.500 mahasiswa baru. bersepeda.jpegoleh karena itu universitas juga harus membuat kebijakan lebih baik jalan kaki atau bersepeda daripada bermotor, jalan kaki atau bersepeda itu sehat, hemat, dan tidak polusi. Tunjukan bahwa Universitas Negeri Semarang adalah kampus konservasi yang benar benar mengamalkan pilar-pilar dan nilai konservasi.



Konservasi adalah suatu langkah untuk menyelamtkan bumi, oleh Karena itu konservasi harus ditanamkan dalam setiap pribadi, terutama para mahasiswa UNNES. Kurangnya kesadaran akan pentingnya konservasi pada mahasiswa, terutama dalam penggunaan sepeda motor untuk pergi kuliah, merupakan masalah utama. Kita tahu konservasi itu tidak polusi, konservasi itu menjaga dan melindungi alam dari kerusakan kerusakan serta efek samping dari kerusakan tersebut. Oleh karena itulah  jiwa konservasi harus kita tanamkan sedalam-dalamnya dalam diri kita masig-masing, gunakanlah sumber daya alam dengan bijak, agar alam tetap baik sama kita, agar tercipta keseimbangan dunia, agar anak cucu kita juga bisa menikmati indahnya alam. Salam konservasi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini